πŸ§‘β€πŸŽ€ Prinsip Dan Teknik Unit Masukan Dan Keluaran

Pertemuanke 13 Unit Masukan dan Keluaran Tujuan Menjelaskan system komputer unit masukkan/keluaran Menjelaskan prinsip dan teknik unit masukkan/keluaran Menjelaskan peralatan luar (External device) Sistem komputer Tiga komponen utama : CPU, Memori (primer dan sekunder) Peralatan masukan/keluaran (I/O devices) seperti printer, monitor, keyboard, mouse, dan modem UnitMasukan dan Keluaran Riyanto Sigit, ST. Nur Rosyid, ST Hero Yudo M, ST Menjelaskan system komputer unit masukkan/keluaran Menjelaskan prinsip dan teknik unit masukkan/keluaran Menjelaskan peralatan luar (External device) ! " # # # # # $ #! # jelaskanprinsip dan teknik unit masukkan/keluaran? prinsip:a. kontrol dan pewaktuan. b. komunikasi cpu. c. komunikasi perangkat eksternal. d. pem-buffer-an data. e. deteksi kesalahan teknik:a. permintaan dan pemeriksaan status perangkat dari cpu ke modul i/o. Adapuntujuan penulisan makalah ini yaitu untuk menjelaskan tentang jenis-jenis unit masukan, prinsip dan tekniknya I/O divice. BAB II UNIT MASUKAN DAN KELUARAN Sistem komputer memiliki tiga komponen utama, yaitu : CPU, memori (primer dan sekunder), dan peralatan masukan/keluaran (I/O devices) seperti printer, monitor, keyboard, mouse, dan modem UNITMASUKAN DAN KELUARAN. Sistem komputer memiliki tiga komponen utama, yaitu : CPU, memori (primer dan sekunder), dan peralatan masukan/keluaran (I/O devices) seperti printer, monitor, keyboard, mouse, dan modem. Beberapa bab sebelumnya telah membahas CPU dan memori, sekarang akan kita jelaskan tentang peralatan atau modul I/O pada bab ini. TeknikMasukan/Keluaran. Dalam dokumen materi orkom (Halaman 50-56) Terdapat tiga buah teknik dalam operasi I/O, yaitu: I/O terprogram, interrupt - driven I/O, dan DMA (Direct Memory Access). Ketiganya memiliki keunggulan maupun kelemahan, yang penggunaannya disesuaikan sesuai unjuk kerja masing - masing teknik. 6.2.1 I/O Terprogram. WDiUJqE. Sistem komputer memiliki tiga komponen utama, yaitu CPU, memori primer dan sekunder, dan peralatan masukan/keluaran I/O devices seperti printer, monitor, keyboard, mouse, dan modem. Beberapa bab sebelumnya telah membahas CPU dan memori, sekarang akan kita jelaskan tentang peralatan atau modul I/O pada bab ini. Modul I/O merupakan peralatan antarmuka interface bagi sistem bus atau switch sentral dan mengontrol satu atau lebih perangkat peripheral. Modul I/O tidak hanya sekedar modul penghubung, tetapi sebuah piranti yang berisi logika dalam melakukan fungsi komunikasi antara peripheral dan bus komputer. Ada beberapa alasan kenapa piranti – piranti tidak langsung dihubungkan dengan bus sistem komputer, yaitu β€’ Bervariasinya metode operasi piranti peripheral, sehingga tidak praktis apabila sistem komputer herus menangani berbagai macam sisem operasi piranti peripheral tersebut. β€’ Kecepatan transfer data piranti peripheral umumnya lebih lambat dari pada laju transfer data pada CPU maupun memori. β€’ Format data dan panjang data pada piranti peripheral seringkali berbeda dengan CPU, sehingga perlu modul untuk menselaraskannya. Dari beberapa alasan diatas, modul I/O memiliki dua buah fungsi utama, yaitu 1. Sebagai piranti antarmuka ke CPU dan memori melalui bus sistem. 2. Sebagai piranti antarmuka dengan peralatan peripheral lainnya dengan menggunakan link data tertentu. Sistem Masukan & Keluaran Komputer Bagaimana modul I/O dapat menjalankan tugasnya, yaitu menjembatani CPU dan memori dengan dunia luar merupakan hal yang terpenting untuk kita ketahui. Inti mempelajari sistem I/O suatu komputer adalah mengetahui fungsi dan struktur modul I/O. Perhatikan gambar yang menyajikan model generik modul I/O. Fungsi Modul I/O Modul I/O adalah suatu komponen dalam sistem komputer yang bertanggung jawab atas pengontrolan sebuah perangkat luar atau lebih dan bertanggung jawab pula dalam pertukaran data antara perangkat luar tersebut dengan memori utama ataupun dengan register – register CPU. Dalam mewujudkan hal ini, diperlukan antarmuka internal dengan komputer CPU dan memori utama dan antarmuka dengan perangkat eksternalnya untuk menjalankan fungsi – fungsi pengontrolan. Fungsi dalam menjalankan tugas bagi modul I/O dapat dibagi menjadi beberapa katagori, yaitu β€’ Kontrol dan pewaktuan. β€’ Komunikasi CPU. β€’ Komunikasi perangkat eksternal. β€’ Pem-buffer-an data. β€’ Deteksi kesalahan. Fungsi kontrol dan pewaktuan control & timing merupakan hal yang penting untuk mensinkronkan kerja masing – masing komponen penyusun komputer. Dalam sekali waktu CPU berkomunikasi dengan satu atau lebih perangkat dengan pola tidak menentu dan kecepatan transfer komunikasi data yang beragam, baik dengan perangkat internal seperti register – register, memori utama, memori sekunder, perangkat peripheral. Pada sisi modul I/O ke perangkat peripheral juga terdapat komunikasi yang meliputi komunikasi data, kontrol maupun status. Perhatikan gambar berikut. Fungsi selanjutnya adalah buffering. Tujuan utama buffering adalah mendapatkan penyesuaian data sehubungan perbedaan laju transfer data dari perangkat peripheral dengan kecepatan pengolahan pada CPU. Umumnya laju transfer data dari perangkat peripheral lebih lambat dari kecepatan CPU maupun media penyimpan. Fungsi terakhir adalah deteksi kesalahan. Apabila pada perangkat peripheral terdapat masalah sehingga proses tidak dapat dijalankan, maka modul I/O akan melaporkan kesalahan tersebut. Misal informasi kesalahan pada peripheral printer seperti kertas tergulung, pinta habis, kertas habis, dan lain – lain. Teknik yang umum untuk deteksi kesalahan adalah penggunaan bit paritas. Struktur Modul I/O Terdapat berbagai macam modul I/O seiring perkembangan komputer itu sendiri, contoh yang sederhana dan fleksibel adalah Intel 8255A yang sering disebut PPI Programmable Peripheral Interface. Bagaimanapun kompleksitas suatu modul I/O, terdapat kemiripan struktur, seperti terlihat pada gambar Antarmuka modul I/O ke CPU melalui bus sistem komputer terdapat tiga saluran, yaitu saluran data, saluran alamat dan saluran kontrol. Bagian terpenting adalah blok logika I/O yang berhubungan dengan semua peralatan antarmuka peripheral, terdapat fungsi pengaturan dan switching pada blok ini. Teknik Masukan/Keluaran Terdapat tiga buah teknik dalam operasi I/O, yaitu I/O terprogram, interrupt – driven I/O, dan DMA Direct Memory Access. Ketiganya memiliki keunggulan maupun kelemahan, yang penggunaannya disesuaikan sesuai unjuk kerja masing – masing teknik. I/O Terprogram Pada I/O terprogram, data saling dipertukarkan antara CPU dan modul I/O. CPU mengeksekusi program yang memberikan operasi I/O kepada CPU secara langsung, seperti pemindahan data, pengiriman perintah baca maupun tulis, dan monitoring perangkat. Untuk melaksanakan perintah – perintah I/O, CPU akan mengeluarkan sebuah alamat bagi modul I/O dan perangkat peripheralnya sehingga terspesifikasi secara khusus dan sebuah perintah I/O yang akan dilakukan. Terdapat empat klasifikasi perintah I/O, yaitu 1. Perintah control. Perintah ini digunkan untuk mengaktivasi perangkat peripheral dan memberitahukan tugas yang diperintahkan padanya. 2. Perintah test. Perintah ini digunakan CPU untuk menguji berbagai kondisi status modul I/O dan peripheralnya. CPU perlu mengetahui perangkat peripheralnya dalam keadaan aktif dan siap digunakan, juga untuk mengetahui operasi – operasi I/O yang dijalankan serta mendeteksikesalahannya. 3. Perintah read. Perintah pada modul I/O untuk mengambil suatu paket data kemudian menaruh dalam buffer internal. Proses selanjutnya paket data dikirim melalui bus data setelah terjadi sinkronisasi data maupun kecepatan transfernya. 4. Perintah write. Perintah ini kebalikan dari read. CPU memerintahkan modul I/O untuk mengambil data dari bus data untuk diberikan pada perangkat peripheral tujuan data tersebut. Interrupt – Driven I/O Teknik interrupt – driven I/O memungkinkan proses tidak membuang – buang waktu. Prosesnya adalah CPU mengeluarkan perintah I/O pada modul I/O, bersamaan perintah I/O dijalankan modul I/O maka CPU akan melakukan eksekusi perintah – perintah lainnya. Apabila modul I/O telah selesai menjalankan instruksi yang diberikan padanya akan melakukan interupsi pada CPU bahwa tugasnya telah selesai. Dalam teknik ini kendali perintah masih menjadi tanggung jawab CPU, baik pengambilan perintah dari memori maupun pelaksanaan isi perintah tersebut. Terdapat selangkah kemajuan dari teknik sebelumnya, yaitu CPU melakukan multitasking beberapa perintah sekaligus sehingga tidak ada waktu tunggu bagi CPU. Direct Memory Access DMA Teknik yang dijelaskan sebelumnya yaitu I/O terprogram dan Interrupt-Driven I/O memiliki kelemahan, yaitu proses yang terjadi pada modul I/O masih melibatkan CPU secara langsung. Hal ini berimplikasi pada β€’ Kelajuan transfer I/O yang tergantung pada kecepatan operasi CPU. β€’ Kerja CPU terganggu karena adanya interupsi secara langsung. Bertolak dari kelemahan di atas, apalagi untuk menangani transfer data bervolume besar dikembangkan teknik yang lebih baik, dikenal dengan Direct Memory Access DMA. Prinsip kerja DMA adalah CPU akan mendelegasikan kerja I/O kepada DMA, CPU hanya akan terlibat pada awal proses untuk memberikan instruksi lengkap pada DMA dan akhir proses saja. Dengan demikian CPU dapat menjalankan proses lainnya tanpa banyak terganggu dengan interupsi. Perangkat Eksternal Perangkat eksternal atau lebih umum disebut peripheral tersambung dalam sistem CPU melalui perangat pengendalinya, yaitu modul I/O seperti telah dijelaskan sebelumnya. Lihat kembali gambar Secara umum perangkat eksternal diklasifikasikan menjadi 3 katagori β€’ Human Readable, yaitu perangkat yang berhubungan dengan manusia sebagai pengguna komputer. Contohnya monitor, keyboard, mouse, printer, joystick, disk drive. β€’ Machine readable, yaitu perangkat yang berhubungan dengan peralatan. Biasanya berupa modul sensor dan tranduser untuk monitoring dan kontrol suatu peralatan atau sistem. β€’ Communication, yatu perangkat yang berhubungan dengan komunikasi jarak jauh. Misalnya NIC dan modem. Pengklasifikasian juga bisa berdasarkan arah datanya, yaitu perangkat output, perangkat input dan kombinasi output-input. Contoh perangkat output monitor, proyektor dan input misalnya keyboard, mouse, joystick, scanner, mark reader, bar code reader. SEORANG PENGGUNA TELAH BERTANYA πŸ‘‡ Jelaskan prinsip dan teknik unit masukan/keluaran? INI JAWABAN TERBAIK πŸ‘‡ Jawaban yang benar diberikan miraalaydrus Teknik atau cara kerja I/O biasanya pada I/O terprogram, data saling dipertukarkan antara CPU dan modul I/O. CPU meng-eksekusi program yang memberikan operasi I/O kepada CPU secara langsung seperti pemindahan data. prinsip ada 2 prinsip, yakni 1. Efesiensi2. Generalitas Device-Indepence semoga membantu kak * Jawaban yang benar diberikan muhamadhasan42 . Melindungi Penyerang coverCover merupakan serangan dari pemain penyerang yang melambung kembali dari block bendungan lawan yang harus diterima oleh pemain seregunya secara adalah mengcover seluruh lapangan terhadap segala bola yang dilambungkan kembali dari block pihak lawan. Jarak antara kelompok-kelompok yang berkumpul disekitar penyerangan bergantung dari 2. Teknik-Teknik PenyeranganSmash adalah pukulan keras dan cepat untuk mematikan lawan sehingga lawan tidak mamu mengembalikan bola. Ada 4 jenis smash, yaitu Frontal smash smash depan Frontal smash dengan twist smash depan dengan memutar Samsh dari pergelangan tangan Dump smash pura-pura Dalam melakukan smash ada 4 tahap gerakan yang harus diperhatikan antara lain, sebagai berikutTahap pertama run-up lari menghampiri Tahap kedua take-off melompat Tahap ketiga hit memukul Tahap keempat landing mendarat Pengertian Pola Pertahanan dan Teknik-TekniknyaPola pertahanan merupakan upaya untuk bertahan dalam keadaan pasif menerima serangan dengan harapan tim lawan akan melakukan kesalahan dan akhirnya mengalami pola pertahanan dan tekniknya1. Pola Bendungan BertemanBendungan berteman adalah pola pertahanan yang dilakukan secara tim yang mencakup 2 aspek menerima smash lawan dan melindungi dengan block. Adapun jenis pertahanan yang paling penting adalah harus menerima bola dengan kedua belah lengan pada posisi berdiri. 2. Pola Bendungan blockBlock dan sistem pertahanan harus mampu bekerja sama dengan baik jika ingin mengalahkan penyerangan yang mematikan dari pihak lawan. Pola pertahanan Block yang sering digunakan dalam permainan bola voli adalah sebagai berikut a. Bendungan Satu PemainDigunakan jika lawan memainkan penyerangan yang sangat cepat, cermat dan kuat yang membuat pihak bertahan tidak mempunyai kesempatan sama sekali untuk membantu teman melakukan block. b. Bendungan Dua PemainDigunakan apabila tim lawan memainkan pola penyerangan dengan ketepatan sasaran, yang membuat pihak bertahan masih memilikikesempatan untuk membantu teman melakukan block secara bersama. c. Bendungan Tiga PemainDigunakan jika menghadapi lawan yang tangguh memainkan penyerangan dengan samsh-smash yang tajam dan keras sehingga blok-blok keras dari lawan dapat digagalkan. Jawaban yang benar diberikan febimarleni2714 jawaban Dimulai dengan gerakan mengangkat paha kaki ayun ke depan, lutut dilipat, tungkai badan bergantung ke depan, kemudian ayunan paha ke depan, tungkai bawah ikut terayun ke depan, lutut berada pada posisi lurus, tumit terlebih dahulu menyentuh tanah, bersamaan menggunakan ayunan kaki tersebut kaki tumpu menolak dengan mengangkat tumit, selanjutnya ujung kaki tumpu diangkat dari tanah berganti menjadi kaki ayun. Pada umumnya gerakan jalan cepat dapat dibagi kedalam beberapa tahapan, yakni Start Langkah Condong Badan Ayunan Lengan Finish Kecondongan badan sedikit ke depan menggunakan ayunan lengan dari kepala, punggung/dada, pinggang sampai tungkai bawah sedikit condong ke depan.. Siku dilipat sekitar 90 derajat, ayunan lengan arahnya lebih masuk, gerakan lengan seirama menggunakan langkah kaki. semoga menikmati Jika benar jadikan jawaban terbaik Sejutapohon Jawaban yang benar diberikan Rrmes8049 jawaban itu adalah produksi olahan diversifikasi Jawaban yang benar diberikan lizahartono6231 jawaban Prinsip menggambar bentuk , yaitu 1. Proporsi bentuk benda yang akan digambar 2. Komposisi dalam meletakkan benda 3. Cahaya yang menyinari objek gambar dan akan membentuk bayangan 4. Penggunaaan airsiran / warna yang akan membentuk kesan bidang tiga dimensi 5. Penggunaan latar belakang background teknik Teknik Pointilis. Teknik Dussel Gosok Teknik Siluet Blok Teknik Arsir. Teknik Aquarel Sapuan Basah Jawaban yang benar diberikan riski5641 jawaban Prinsip menggambar bentuk Proporsi bentuk benda yang akan digambar. Komposisi dalam meletakkan benda. Cahaya yang menyinari objek gambar dan akan membentuk bayangan. Penggunaaan airsiran / warna yang akan membentuk kesan bidang tiga dimensi. Penggunaan latar belakang background Jawaban yang benar diberikan adindap39747 prinsip yang digunakan adalah teknik plasmid / DNA rekombinan dalam hal ini di terapkan dalam pembuatan tanaman transgenik yaitu dengan cara menggabungkan gen dari bakteri bacillus thuringiensis dan gen At penyebab tumor tanaman Keunggulan dari produk tanaman transgenik adalah tumbuhan akan tahan hama, hama yang memakan daun tanaman ini ususnya akan hancur kemudian mati. Jawaban yang benar diberikan Jhadu Teknik grafir adalah teknik mengikis sebagian permukaan material dengan pola trimakasih, smoga membantu… 100% found this document useful 1 vote2K views16 pagesCopyrightΒ© Β© All Rights ReservedAvailable FormatsPDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?100% found this document useful 1 vote2K views16 pagesMakalah Unit Masukan Dan KeluaranJump to Page You are on page 1of 16 You're Reading a Free Preview Pages 6 to 14 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.

prinsip dan teknik unit masukan dan keluaran